Kapasan

Abelmoschus moschatus Medik.

Malvaceae

Lokasi di taman kami

Utama

Sinonim

Abelmoschus abelmoschus (L.) H.Karst.

Abelmoschus betulifolia Wall.

Abelmoschus chinensis Wall.

Habitus

Semak. Perdu setahun atau dua tahunan dengan tinggi 0,5-2,5 m 

Bagian Yang Digunakan

  • Daun
  • Biji
  • Kulit Batang
  • Bunga
  • Akar

Syarat Tumbuh

  • Matahari Penuh

Habitat

  • Lahan Basah
  • Pinggiran Sungai
  • Pesisir
  • Pinggir Jalan
  • Padang Rumput

Penyebaran Tanaman

Tanaman ini tersebar dari India ke China, Taiwan, dan Asia Tenggara, kemudian menyebar ke Australia bagian utara dan Kepulauan Pasifik. Tanaman ini sering ditanam sebagai tanaman hias, bijinya sebagai penghasil minyak atsiri, bahan tambahan pada makanan, dan pengobatan ayurveda, diantaranya untuk mengobati gangguan mata, batuk, dan asma.

Nama Lokal

Gandapura, Kapas sedaki (Sumatra), Kakapasan, Kaworo, Kapasan, Kasturi, Regulo, Rewulow, Waron, Kastore, Buka (Jawa), Kasturi (Maluku), Kastore bukal (Madura).

Agroekologi

Tanaman tumbuh liar di tempat-tempat terbuka, semak, tanah kosong atau kebun. Menyukai kondisi dengan suhu 20-30 °C, curah hujan berkisar antara 1.000-1.400 mm/th. Tumbuh subur di tanah lempung dan berpasir dengan pH 5,5-7,8.

Morfologi

  • Akar tunggang bulat, bercabang, putih kekuningan.
  • Batang bulat, pangkal umumnya berkayu, percabangan sedikit, ditumbuhi rambut.
  • Daun tunggal, bertangkai panjang. Helaian daun berlekuk, tepi bergerigi, ujung runcing berwarna hijau, pangkal berbentuk jantung, pertulangan menjari, kedua permukaan berbulu kasar, panjang 6-22 cm, lebar 5-6 cm.
  • Bunga tunggal, bentuk lonceng, berukuran besar, keluar dari ketiak daun, mahkota berjumlah 5, berwarna kuning.
  • Buah kotak, bulat telur, berusuk lima, meruncing, panjang 5-8 cm, berbulu seperti sikat, jika masak akan terbuka dengan 5 katup.
  • Biji ginjal, pipih, keras, berwarna kelabu, bergaris halus dari pangkal sampai ujung, baunya wangi.
     

Budidaya

Perbanyakan generatif (biji), vegetatif (stek batang).
 

Kandungan Bahan Kimia

Biji: ambrettolic acid, β-sitosterol-β-D-glycoside, farnesol, furfural. Daun kering: β-sitosterol, β-D-glycoside. Bunga: β-sitosterol, myricetin, glycoside.

Khasiat

Antidiabetik, antioksidan, antibakterial, antiproliferatif (mencegah perbanyakan sel kanker), melembutkan kulit, obat ruam kulit, mengobati batuk, bisul, dan fraktur pada tulang.

Simplisia

  • Siapkan akar kapasan secukupnya.
  • Cuci bahan hingga bersih kemudian potong kecil-kecil.
  • Susun dalam wadah lalu jemur di bawah sinar matahari selama 5 hari atau sampai kering.
  • Simpan dalam wadah kedap udara.

Bagian Tanaman Yang Dimanfaatkan

Ramuan Tradisional

1. Batuk

  • Cuci 10 g akar kapasan segar, lalu potong tipis-tipis. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring.
  • Minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

2. Bisul atau pada tulang patah (fraktur)

  • Cuci daun segar kapasan.
  • Giling sampai halus.
  • Bubuhkan ramuan tersebut pada bisul atau pada tulang yang patah (fraktur).
  • Balut dengan kain perban.

Sumber Referensi

 

  1. Widyaningrum Herlina. 2019. Kitab Tanaman Obat Nusantara. Media Pressindo, Jakarta.
  2. Maulana Murad. 2014. Khasiat Tanaman Obat Kapasan atau Gandapura. https://www.muradmaulana.com/2014/09/khasiat-tanaman-obat-kapasan-gandapura.html?m=1 18-07-2020