Akalifa

Acalypha wilkesiana Müll. Arg.

Euphorbiaceae

Lokasi di taman kami

Utama

Sinonim

Acalypha amentacea f. circinata (Müll. Arg.) Fosberg

Acalypha compacta Guilf. ex C.T.White 

Ricinocarpus wilkesianus (Müll. Arg.) Kuntze 

Habitus

Semak. Perdu tahunan, tinggi mencapai 5 m

Bagian Yang Digunakan

  • Daun
  • Kulit Batang
  • Batang

Syarat Tumbuh

  • Matahari Penuh

Habitat

  • Daerah Semak
  • Padang Rumput

Penyebaran Tanaman

Tanaman ini banyak menyebar di daerah Hindia Timur dan Pasifik, merupakan tanaman tropis yang sering ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Ekstrak daunnya juga sudah dijadikan salep untuk mengatasi masalah jamur pada kulit. Selain itu, tunas muda tanpa bunganya dapat dimasak sebagai sayuran.

Nama Lokal

Sablo dan Daung mangsi (Jawa).

Agroekologi

Tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis, dengan sinar matahari penuh (6 jam atau lebih), kadar air tanah sedang, tanah lembap, memiliki drainase yang baik, suhu 16 °C.

Morfologi

  • Akar tunggang berwarna cokelat.
  • Batang tegak berkayu, bulat halus, ranting berambut, cabang simpodial.
  • Daun tunggal berseling, lonjong, tepi bergerigi, ujung meruncing, berbintik, tulang menyirip, warna hijau krim atau merah, berambut, bentuk ada yang mendatar ada yang melengkung.
  • Bunga majemuk, bentuk bulir, berkelamin dua, kelopak bentuk mangkok, kecil, warna hijau, biasa tersembunyi di balik daun.
  • Buah kotak beruang tiga, berambut, merah.
  • Biji berbentuk ginjal, hitam.

Budidaya

  • Perbanyakan secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang).
  • Akalifa merupakan tanaman yang mudah tumbuh. Hasil stek batang sebaiknya ditanam di pot yang lebarnya 2 kali lipat dari panjang akar yang terbentuk.

Kandungan Bahan Kimia

Saponin, flavonoid, tanin, polifenol, alkaloid, korilagin, asam galat, monoterpen, seskuiterpen, steroid, flobatanin, geranin, phytate, terpenoid.

Khasiat

Antidiabetes, antibakteri, obat diare, infeksi saluran cerna, infeksi jamur di kulit, pegal linu, menurunkan demam, hipertensi, mengobati batuk darah, sariawan, rematik, radang, dan pembengkakan.

Bagian Tanaman Yang Dimanfaatkan

Ramuan Tradisional

1. Membersihkan noda pada kulit

  • Siapkan 10 g daun segar akalifa. Cuci daun kemudian tambahkan kapur dan gambir sedikit.
  • Tumbuk hingga halus kemudian oleskan pada noda-noda kulit.

2. Demam

  • Daun akalifa secukupnya.
  • Cuci hingga bersih.
  • Rebus hingga mendidih. Angkat daun dan dinginkan.
  • Usapkan ke seluruh tubuh sambil dipijat.

3. Meringankan reumatik, radang dan pembengkakan

  • Daun akalifa segar, dipanaskan.
  • Secara eksternal ditempelkan pada bagian yang sakit.

Sumber Referensi

  1. Hutapea JR dkk. 1993. Inventaris Tanaman Obat Indonesia Jilid II. Departemen Kesehatan R.I. Balitbang Kesehatan, Jakarta.
  2. PlantUse. 1866. Acalypha wilkesiana. https://uses.plantnet-project.org/en/Acalypha_wilkesiana_(PROSEA)  15-08-2020
  3. Reseachgate. Phytochemic and elemental analysis of Acalypha wilkesiana Leaf. http://reserchgate.net/PhytochemicalandelementalanalysisofAcalyphawilkesianaLeaf 01-02-2021