Kemiri

Aleurites moluccanus (L.) Willd.

Euphorbiaceae

Lokasi di taman kami

Utama

Sinonim

Aleurites ambinux Pers.

Aleurites angustifolius Vieill.

Aleurites commutatus Geiseler

Habitus

Pohon. Pohon tahunan, tinggi mencapai 30 m

Bagian Yang Digunakan

  • Daun
  • Kulit Batang
  • Bunga
  • Buah
  • Lateks
  • Akar

Syarat Tumbuh

  • Matahari Penuh
  • Suhu Rendah

Habitat

  • Hutan

Penyebaran Tanaman

Kemiri berasal dari Maluku, menyebar luas mulai dari India, China, Asia Tenggara, dan banyak dibudidayakan di daerah tropis. Tanaman ini merupakan lambang pohon resmi Hawaii dan dipercaya sebagai pohon serbaguna. Kemiri dapat dimanfaatkan sebagai rempah dalam masakan, tanaman obat, sumber penghasil minyak yang digunakan untuk penyubur rambut, lilin, juga pengganti solar.

Nama Lokal

Kembiri, Gambiri, Hambiri (Batak), Kemili (Gayo), Kemiling (Lampung), Buah kareh (Nias), Kumbe (Belitung), Miri, Pidekan, Miri (Jawa), Muncang (Sunda), Tenu (Nusa Tenggara), Kumiri (Maluku), Berau (Sulawesi).

Agroekologi

Tanaman ini banyak dijumpai di daerah beriklim hujan tropis sampai ketinggian 1.200 m dpl, suhu 19–27 °C dan kondisi agak kering selama musim kemarau. Tumbuh subur di dekat sungai dengan tanah yang lembap, curah hujan tahunan berkisar 640-4.290 mm/th.

Morfologi

  • Batang abu-abu cokelat, bertekstur agak halus dengan garis-garis vertikal yang indah.
  • Daun tunggal, berseling, hijau tua, bulat telur lonjong atau menyetiga (saat daun muda), pangkal berbentuk jantung, bertulang daun menjari hanya pada awalnya, tepi daun bergelombang.
  • Bunga berkelamin ganda, putih kehijauan, harum, mahkota bunga berwarna putih.
  • Buah agak bulat telur gepeng, berwarna hijau dengan bulu beludru, berdaging keputihan.
  • Biji berkulit kasar, hitam, bertempurung keras dan tebal, 2 atau 1 dalam satu buah.

Budidaya

  • Perbanyakan secara generatif (biji) dan vegetatif (cangkok, sambung pucuk, okulasi).
  • Biji direndam terlebih dahulu selama 15 hari kemudian disemai. Kecambah muncul setelah 2 bulan.

Kandungan Bahan Kimia

Asam oleat, asam linoleat, saponin, flavonoid (2-O-rhamnosylswertisin, swertisin), polifenol, spruceanol, 3-acetyl aleuritolic acid, triglycerides, β-sitosterol, 12-hydroxy-13methoxy-8,11,13-podocarpatrien-3-one.

Khasiat

Penyubur rambut, obat sariawan, sakit gigi, batuk, diare, obat tumor, sembelit, obat sakit kepala, demam, bisul, bengkak pada persendian, dan kencing nanah.

Simplisia

  • Pilih daun segar dan sehat kemudian cuci bersih dengan air mengalir. Potong menjadi ukuran kecil-kecil kemudian keringkan.
  • Haluskan simplisia hingga menjadi serbuk.
  • Ayak dan simpan dalam wadah bersih dan tertutup.

Bagian Tanaman Yang Dimanfaatkan

Ramuan Tradisional

Obat batuk (Khas Karo)

  • Siapkan 1 buah kemiri, 1 ruas ibu jari kencur dan 1 sendok teh beras.
  • Jika ramuan digunakan untuk bayi maka sebaiknya rendam beras terlebih dahulu agar tidak kasar saat disemburkan.
  • Bersihkan kemiri dan kencur lalu kunyah semua bahan.
  • Semburkan ke bagian dada dan diamkan beberapa saat.

Sumber Referensi

  1. Adawiyah A. 2017. Analisis kadar saponin ekstrak metanol kulit batang kemiri (Aleuritas moluccana (L.) Willd) dengan metode gravimetri. Universitas Islam Negeri Alauddin. Makasar.
  2. Arlene A. 2013. Ekstraksi Kemiri Dengan Metode Soxhlet dan Karakteristik Minyak Kemiri. J. Teknik Kimia 2(2): 6-10.
  3. Hendra D, Darmawan S. 2007. Sifat Arang Aktif Dari Tempurung Kemiri. J. Penel. Hasil Hutan 25(4): 291-302.
  4. Krisnawati H, Kalilo M, Kanninen M. 2011. Aleurites moluccana (L) Wild.: Ekologi, Silvikultur dan Produktivitas. CIFOR Bogor, Indonesia.