Bambu Kuning

Bambusa vulgaris Schrad. ex J.C. Wendl.

Poaceae

Lokasi di taman kami

Akuatik

Sinonim

Arundarbor blancoi (Steud.) Kuntze

Bambusa auriculata Kurz

Gigantochloa auriculata (Kurz) Kurz 

Habitus

Bambu. Bambu tahunan, tinggi mencapai 5-10 m

Bagian Yang Digunakan

  • Tunas
  • Daun
  • Kulit Batang
  • Batang
  • Pucuk Daun Muda

Syarat Tumbuh

  • Matahari Penuh
  • Curah Hujan Tinggi

Habitat

  • Pinggiran Sungai
  • Hutan

Penyebaran Tanaman

Bambu kuning berasal dari Benua Asia, terutama Asia Tenggara, China, dan Jepang. Penyebarannya di Indonesia berada di daerah Jawa Barat. Umumnya dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan mebel dan kerajinan dari bambu. Selain itu bambu ini dijadikan bahan olahan makanan dan berkhasiat sebagai obat sakit kuning dan bengkak.

Nama Lokal

Trieng gading (Aceh), Huo adulo (Nias), Awi ampel (Sunda), Pring ampel (Banyuwangi), Tieng ampel (Bali), Pereng ampef (Madura), Taaki (Minahasa), Gading (Makasar), Awo logading (Bugis).

Agroekologi

Tumbuh subur di lahan terbuka dan terkena matahari langsung. Suhu optimal 8,8-36 °C, curah hujan minimal 1.020 mm/th. Toleran dengan iklim tropis, namun semakin basah tipe iklimnya pertumbuhan bambu semakin baik, sebab bambu membutuhkan banyak air. Menyukai jenis tanah yang berpasir.

Morfologi

  • Akar serabut, terdapat di bawah permukaan tanah membentuk sistem percabangan.
  • Batang muncul dari akar, berbentuk silinder memanjang, mengeras, dan berongga. Batang bambu diselimuti daun, berwarna kuning ketika sudah tua, tetapi saat muda berwarna hijau.
  • Daun berbentuk lanset, ujung daun meruncing, pangkal daun tumpul. Pertulangan daun sejajar, permukaan atas daun berbulu sedangkan bawah kasar, berwarna hijau.

Budidaya

Perbanyakan tanaman dilakukan menggunakan rhizoma, stek rumpun atau batang, cangkok, dan kultur jaringan.

Kandungan Bahan Kimia

Flavonoid, fitosterol, phitophenol, holocellulose, alpha cellulose, lignin, asam fenolik, lactones, triterpenoid, alkaloid.

Khasiat

Mengobati kencing batu, pencegah penyakit hepatitis, menurunkan demam, mengobati radang paru-paru, batuk, antiracun hati dan mengontrol kolesterol jahat atau LDL.

Simplisia

  • Siapkan rebung bambu kuning, cuci bersih dari kotoran yang menempel dan bahan asing yang tidak diinginkan dengan air bersih yang mengalir.
  • Potong kecil rebung lalu keringkan di bawah sinar matahari (secara tidak langsung) dengan dilapisi kain berwarna hitam atau dikeringanginkan di atas bejana dalam ruangan hingga kering (sekitar 7 hari). Sortasi kering.
  • Simpan dalam wadah bersih dan kedap udara.

Bagian Tanaman Yang Dimanfaatkan

Ramuan Tradisional

1. Demam

  • Cuci bersih 1 genggam rebung bambu lalu parut. Remas dengan madu 1 sdm lalu saring.
  • Ramuan diminum 2 kali sehari, masing-masing 2 sendok makan.

2. Batuk

  • Potong bambu seperlunya. Ambil air bambu kuning 4-5 tetes,diamkan 1 hari.
  • Minum 1 kali sehari.

Sumber Referensi

  1. Ulung Gagas. 2014. Pusat Studi, Sehat Alami dengan Herbal: 250 tanaman berkhasiat obat. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.