Nanas

Ananas comosus (L.) Merr.

Bromeliaceae

Lokasi di taman kami

Utama

Sinonim

Bromelia comosa L.

Habitus

Herba. Herba tahunan atau dua tahunan, tinggi mencapai 50-100 cm 

Bagian Yang Digunakan

  • Daun
  • Buah
  • Batang

Syarat Tumbuh

  • Matahari Penuh
  • Tahan Kekeringan

Habitat

  • Daratan

Penyebaran Tanaman

Nanas berasal dari Brasilia (Amerika Selatan). Pada abad ke-16 orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia. Masuk ke Indonesia pada abad ke-15. Orang Eropa mengenalnya dengan nama "pina", karena buahnya mirip buah pinus, tetapi rasanya manis dan enak. Senyawa utama dalam nanas adalah bromeilin, yaitu enzym yang dapat mengurangi peradangan, selain itu kalium, zat besi, mangan, dan vitamin C.

Nama Lokal

Henas, Kenas, Honas, Hanas (Batak), Anes (Aceh), Ganas, Danas (Sunda), Naneh (Minangkabau).

Agroekologi

Tumbuh baik pada ketinggian 100-800 m dpl, curah hujan antara 1.000–1.500 mm/th, suhu udara 21-27 °C dengan sinar matahari yang cukup. Menyukai tanah liat berpasir, berbahan organik tinggi, pH 4,5–6,5. Toleran terhadap kekeringan karena mempunyai sel-sel penyimpan air.

Morfologi

  • Akar dangkal, serabut, di pangkal batang.
  • Batang tertutup pelepah daun. Tangkai buah merupakan perpanjangan batang.
  • Daun panjang berbentuk pita, ujung daun meruncing, kaku, tidak mempunyai tulang daun utama, tepi umumnya bergerigi tajam.
  • Bunga majemuk, hermaprodit, memiliki 100-200 bunga dalam satu buah nanas.
  • Buah hijau (muda), hijau kekuningan (masak). Kulit bersisik, bermata banyak.

Budidaya

Perbanyakan secara generatif (biji) dan vegetatif (tunas anakan, tunas batang, slip alias tunas dasar buah, mahkota, stek batang).

Kandungan Bahan Kimia

Alkaloid, flavonoid, tanin, fitosterol, glikosida fenol, bromeilin enzyme, citric acid, malic acid.

Khasiat

Menghambat pertumbuhan tumor, melawan radikal bebas, menurunkan berat badan, mengobati cacingan, keseleo, bisul, gatal, peradangan di kulit, ketombe, sembelit, beri-beri, luka bakar, diabetes, radang tenggorokan, gangguan pencernaan, memiliki aktivitas sebagai antijamur.

Simplisia

  • Siapkan kulit nanas, cuci bersih kemudian pisahkan dari daging buah dan durinya, potong kecil-kecil.
  • Keringkan potongan kulit dengan cara diangin-anginkan pada suhu ruang dan terhindar dari sinar matahari langsung. Pengeringan dilakukan beberapa hari, sampai potongan kulit benar-benar kering.
  • Simpan simplisia pada wadah bersih yang kedap udara.

Bagian Tanaman Yang Dimanfaatkan

Ramuan Tradisional

Beri-beri

  • Siapkan 2 buah nanas dikupas lalu cuci sampai bersih.
  • Buat jus nanas atau parut nanas. Peras dan tampung sari buahnya. Minum sekaligus.
  • Minum pada pagi hari atau siang hari sesudah makan.
  • Penderita kencing manis agar membatasi konsumsi karena kandungan gula pada nanas sangat tinggi.

Sumber Referensi

  1. Kalpana M, Prasath GS, Subramanian SP. 2014. Studies on the antidiabetic activity of Ananas comosus leaves in STZ induceddiabetic rats. Der Pharmacia Lettre 6(1): 190-198.
  2. Lopes-Garcia B, Herna´ndez M, Segundo BS. 2012. Bromelain, a cysteine protease from pineapple (Ananas comosus) stem, is an inhibitor of fungal plant pathogens. Letters in Appl. Microbiol. 55: 62-67.
  3. Maa C, Xiao S, Li ZG, Wang W, Dua LJ. 2007. Characterization of active phenolic components in the ethanolic extract of Ananas comosus L. leaves using high-performance liquid chromatography with diode array detection and tandem mass spectrometry. J. Chromatography A. 1165: 39–44.
  4. Xie W, Xing D, Sun H, Wang W, Din Y, Du LJ. 2005. The Effects of Ananas comosus L. leaves on diabetic-dyslipidemic rats induced byalloxan and a high-fat/high-cholesterol diet. Amer. J. Chin. Med. 33(1): 95–105.