Saga

Adenanthera pavonina L

Fabaceae

Lokasi di taman kami

Utama

Sinonim

Adenanthera gersenii Scheff.

Habitus

Pohon. Pohon tahunan, tinggi mencapai 10-15 m. 

Bagian Yang Digunakan

  • Daun
  • Biji
  • Kulit Batang
  • Akar

Syarat Tumbuh

  • Matahari Penuh
  • Butuh Keteduhan
  • Tahan Kekeringan

Habitat

  • Tanaman Air

Penyebaran Tanaman

Habitat dan penyebaran alami saga berada di Sri Lanka, Myanmar bagian selatan, Indo-China, China Selatan, Thailand, seluruh daerah Malesian, Kepulauan Solomon, dan Australia bagian utara. Merupakan tanaman yang sering ditanam sebagai peneduh yang rindang serta memiliki kayu yang keras dan bertekstur indah. Selain itu, saga dapat digunakan sebagai bahan pembuatan makanan dan minuman (tempe, kecap, kopi, susu nabati), tanaman obat, dan bahan pembuatan mebel. Biji saga mengandung protein nabati tinggi seperti kedelai, hanya saja tidak bisa dikonsumsi mentah, baik biji maupun daunnya beracun jika mentah.

Nama Lokal

Segawe sabrang, Kitoke laut, Saga telik (Jawa).

Agroekologi

Tumbuh baik di dataran rendah tropis maupun subtropis hingga ketinggian 600 m dpl dengan suhu tahunan 22-28 °C, curah hujan antara 3.000-5.000 mm/th, dan menyukai sinar matahari penuh. Umumnya ditemukan di daerah berbatu, daerah payau ataupun tanah alang-alang. Toleran di berbagai kondisi tanah dan topografi baik datar maupun curam.

Morfologi

  • Batang memiliki kulit cokelat tua keabu-abuan, bagian dalam bertekstur lembut.
  • Daun hijau muda, majemuk menyirip genap, berseling, anak daun bertangkai berjumlah 2-6 pasang, helaian daun 6-12 pasang, panjang tangkai 25 cm.
  • Bunga berukuran kecil, kekuning-kuningan, korola 4-5 helai, jumlah benang sari 8-10.
  • Buah berwarna hijau menjadi cokelat kehitaman dan pecah saat tua, menyerupai petai (tipe polong) berisi biji kecil. Setiap polong berisi 10-12 butir biji.
  • Biji berbentuk segitiga tumpul, keras, dan berwarna merah mengkilap.

Budidaya

  • Perbanyakan secara generatif (biji): rendam dalam air selama 10-15 menit, langsung tanam di tanah.
  • Perbanyakan secara vegetatif (stek): potong ranting dengan ukuran 20-30 cm. 

Kandungan Bahan Kimia

Abrin, flavonoid (ampelopsin, butein, dihydrorobinetin dan robinetin), glisirizin, alkaloid, polifenol, terpenoid (echinocystic acid dan oleanolic acid), saponin. 

Khasiat

Obat amandel, radang mata, sariawan, serak atau radang tenggorokan, batuk kering dan berdahak pada anak-anak, menyehatkan rambut, mengobati asam urat, membasuh luka. 

Simplisia

  • Siapkan biji saga secukupnya dan cuci bersih dengan air mengalir, tiriskan.
  • Kering anginkan biji tanpa terkena matahari langsung selama beberapa hari. Haluskan biji kering hingga menjadi bentuk serbuk.
  • Simpan simplisia dalam wadah bersih dan kedap udara. Tempatkan pada ruang yang berventilasi baik.

Bagian Tanaman Yang Dimanfaatkan

Ramuan Tradisional

1. Membasuh luka

  • Cuci dan potong kecil-kecil 20 g kulit batang.
  • Rebus dengan 2 gelas air selama 15 menit, dinginkan dan saring.
  • Hasil saringan untuk membersihkan luka.

2. Asam Urat

  • Siapkan biji saga secukupnya.
  • Cuci hingga bersih dengan air mengalir.
  • Tumbuk hingga menjadi halus.
  • Tempelkan pada bagian tubuh yang sakit asam urat.

Sumber Referensi

  1. Badan penelitian dan Pengembangan Kehutanan. 2013. Seri Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan. Saga Pohon. hhttps://www.forda-mof.org/files/Seri_Teknologi_Perbenihan_SAGA_POHON-web.pdf  26-06- 2020
  2. Indianmedicinalplants.info. Adenanthera Pavonina Medicinal Uses Morphology Images Side Effects Pharmacology        https://indianmedicinalplants.info/herbs/index.php/a/1331-adenanthera-pavonina-medicinal-uses-morphology-images-side-effects-pharmacology 26-06-2020
  3. Sirait Midian dkk.1985. Cara Pembuatan Simplisia. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta 66