Cerita

Jamu Saintifik

Banyak masyarakat di Indonesia yang mengandalkan jamu untuk menjaga kesehatannya, terutama di masa pandemi COVID-19. Jamu dapat digunakan sebagai suplemen untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan sebaiknya dibuat di rumah atau dibeli dari sumber terpercaya untuk memastikan bahwa bahan yang digunakan bebas dari bahan kimia buatan. Menurut artikel BBC – The Ancient drink that power in Indonesia, Jamu dipandang lebih sebagai tindakan pencegahan daripada pengobatan dan secara holistic dipandang sebagai minuman kesehatan, yang dapat menyehatkan tubuh, pikiran dan jiwa.

Jamu dapat ditemukan di seluruh Indonesia, namun paling banyak ditemukan di Pulau Jawa. Minuman ini kaya akan sejarah kuno, berasal dari masa Kerajaan Mataram (abad ke-8 hingga ke-10) lebih dari 1.300 tahun yang lalu. Resep pertama ditemukan didalam catatan yang ada di istana kerajaan.

Resep jamu dan cara mengkonsumsinya bisa sangat bervariasi tergantung orang dan tempat. Sebagian besar, resep diturunkan dari mulut ke mulut melalui keluarga dan setiap keluarga mungkin juga memiliki versi minumannya sendiri. Berdasarkan situasi tersebut, Socfindo Conservation mengembangkan resep ilmiah jamu yang telah dibuktikan secara ilmiah oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT).

Ada lima resep Jamu Ilmiah untuk penyakit umum di Indonesia yang telah banyak diajarkan kepada masyarakat dan akan diuraikan sebagai berikut:

 

Jamu Saintifik untuk penyakit Asam Urat


Komposisi:
• 6 gram daun ungu (Sonchus arvensis L)
• 15 gram daun duduk (Biancaea sappan)
• 9 gram daun iler (Stelechocarpus burahol)
• 9 gram rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb)
• 9 gram rimpang kunyit (Curuma longa L.)
• 9 gram herbal meniran (Phyllantus niruri L.)
• 1 liter air

 

Jamu Saintifik untuk penyakit radang sendi


Komposisi:
• 3 gram biji adas (Foeniculul vulgare)
• 5 gram herba rumput bolong (Orthosiphon aristatus)
• 5 gram daun kumis kucing (Equisetum hymale)
• 15 gram rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb)
• 15 gram rimpang kunyit (Curuma longa L.)
• 7 gram herbal meniran (Phyllantus niruri L.)
• 1 liter air


Jamu Saintifik untuk penyakit kolesterol


Komposisi:
• 1 gram daun jati cina (Senna alexandrina)
• 6 gram daun jati belanda (Guazuma ulmifolia)
• 6 gram herba tempuyung (Sonchus arvensis L)
• 5 gram daun the hijau
• 5 gram rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb)
• 4 gram rimpang kunyit (Curuma longa L.)
• 3 gram herbal meniran (Phyllantus niruri L.)
• 1 liter air

 

Jamu Saintifik untuk penyakit tekanan darah tinggi


Komposisi:
• 15 gram herba seledri (Apium graveolens)
• 9 gram herba pegagan (Centella asiatica)
• 9 gram daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus)
• 9 gram rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb)
• 9 gram rimpang kunyit (Curuma longa L.)
• 9 gram herbal meniran (Phyllantus niruri L.)
• 1 liter air

 

Jamu Saintifik untuk penyakit wasir


Komposisi:
• 15 gram daun ungu (Graptophyllum pictum)
• 12 gram daun duduk (Desmodium triquetrum)
• 9 gram daun iler (Coleus scutellarioides)
• 3 gram rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb)
• 3 gram rimpang kunyit (Curuma longa L.)
• 3 gram herbal meniran (Phyllantus niruri L.)
• 1 liter air

 

Pada tahun 2022, Socfindo Conservation telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Labuhan Batu Utara untuk menjalankan proyek pengembangan masyarakat yang disebut program ketahanan pangan keluarga. Tiap kabupaten mengirimkan perwakilan perempuan yang merupakan Ibu-ibu PKK (program kesejahteraan keluarga) untuk dilatih di Socfindo Conservation. Tidak hanya sampai disitu, workshop Jamu saintifik juga diadakan di beberapa desa sekitar perkebunan Socfindo dan resep-resep tersebut telah diajarkan kepada seribu orang peserta pelatihan.

 

Produk jamu yang dibuat oleh Socfindo Conservation

 

Referensi: BBC. (2023). ‘The ancient drink that powers Indonesia’.BBC,[online] Tersedia di: https://www.bbc.com/travel/article/20230221-the-ancient-drink-that-powers-indonesia [Diakses 6 March 2023]