Socfindo Conservation

Tamala Marada

Grona adscendens (Sw.) H.Ohashi & K.Ohashi

Fabaceae

Lokasi di kebun kami

Tamala Marada 1Tamala Marada 2Tamala Marada 3

Ringkasan

Tamala marada atau Grona adscendens merupakan spesies dari keluarga Fabaceae yang tersebar luas di daerah tropis Amerika Selatan dan Amerika Tengah, Karibia, Afrika tropis, dan daerah tropis Australia. Spesies ini telah juga diperkenalkan di seluruh Asia Selatan dan Tenggara serta Melanesia. Tamala marada memiliki sejarah panjang dalam penggunaannya sebagai tanaman obat di Amerika. Hal ini terutama dihargai sebagai pengobatan untuk asma dan alergi. Hingga saat ini, tamala marada terus banyak digunakan di berbagai negara sebagai obat tradisional, terutama oleh masyarakat di Desa Mahaniwa dan Desa Praingkareha, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Spesies ini diklasifikasikan sebagai 'Least Concern' dalam Daftar Merah Spesies Terancam IUCN (2013). Di Asia Tenggara, Afrika tropis, Zanzibar, dan daratan Tanzania, tamala marada juga sering digunakan sebagai tanaman penutup tanah dan pupuk hijau di berbagai perkebunan.

Nama Lokal

Rumba hamala (Praingkareha-Sumba Timur).

Agroekologi

Tamala marada biasanya ditemukan dan dinaturalisasi di padang rumput, ladang, dan tempat sampah, terkadang ditemukan di lereng bukit terbuka dan di sepanjang jalur hutan hingga ketinggian sekitar 500 m dpl. Spesies ini juga ditemukan tumbuh di lokasi yang lembap dan teduh di hutan rawa, hutan hujan, tepi sungai, tepi jalan dan pematang sawah, pada ketinggian 200 - 1.000 m dpl. Di daerah khatulistiwa, spesies ini ditemukan pada ketinggian 200-1.000 m dpl.

Morfologi

  • Akar tunggang menyebar, terdapat bintil akar untuk memfiksasi nitrogen atmosfer.
  • Batang sering bercabang banyak dari pangkal dan dapat menjadi agak berkayu, berakar di dekat pangkal, lurik, berbulu lebat lembut.
  • Daun biasanya memiliki 3-5 anak daun, jarang sekali hanya 1 anak daun, berwarna hijau, helaian daun berbentuk elips, lanset, bulat telur atau telur terbalik, selebaran terminal (1,5-)2-4(-5,5) cm × 1-3 cm, selebaran lateral lebih kecil, runcing hingga membulat di pangkal, ujung atau puncak daun runcing (acute) hingga tumpul dan terbelah (emarginate), tepi daun rata, permukaan atas gundul hingga puber jarang, permukaan bawah jarang hingga pilose lunak padat. Tangkai daun pilose.
  • Bunga kecil, biasanya berpasangan. Kelopak bunga (calyx) ditutupi dengan rambut panjang yang persisten, berbentuk tabung pendek, 2-bibir, gigi kedua lobus pilose. Mahkota bunga berwarna putih, ungu, merah muda, dan biru, berbentuk obovate standar, cakar pendek, keel-petal agak segitiga, terpotong di puncak yang secara bertahap menyempit menjadi cakar panjang. Benang sari diadelphous (benang sari saling berlekatan membentuk dua berkas), ovarium berbulu pendek, tangkai putik (style) gundul, kepala putik kecil. Bracts ovate dengan puncak meruncing panjang, puber padat. Perbungaan berupa rasema atau panicle, terletak di terminal atau aksila, panjangnya sekitar  4-20 cm.
  • Buah polong sempit, lonjong, bersendi 3-6, pecah di sepanjang jahitan bawah, jarang bertangkai pendek, sedikit bengkak pada biji, tertutup rapat dengan bulu yang sangat pendek, bengkok.
  • Biji keras, pipih, ellipsoid, 2,5-5,0 mm × 1,5 mm.

Budidaya

  • Perbanyakan tanaman secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek kayu, stek akar, dan pembagian rumpun).
  • Benih paling baik ditaburkan segera setelah matang. Benih yang disimpan menjadikan kulit benih menjadi keras, sehingga diperlukan skarifikasi sebelum penyemaian untuk mempercepat dan meningkatkan perkecambahan, dengan cara dilakukan perendaman selama 12 - 24 jam dalam air hangat. Benih biasanya berkecambah dalam waktu 1 - 4 bulan pada suhu 25 °C.

Kandungan Kimia

Flavonoid, alkaloid, soyasaponin, terpenoid, steroid, fenol, phenylpropanoids, glikosida, tanin, dan sejumlah minyak atsiri.

Khasiat

Mengobati asma dan alergi, sakit ulu hati, infeksi, penyakit kelamin, luka, eksim, TBC, diare, sembelit, disentri, kolik, malaria, hepatitis, rematik, menghilangkan kejang otot dan sakit punggung, mengatasi kegelisahan, pencernaan, impotensi, menguatkan ginjal, membersihkan darah, mendetoksifikasi tubuh dari racun lingkungan dan bahan kimia, membersihkan saluran kemih, mengobati alat vital pria yang tertarik ke dalam, masalah ovarium dan rahim (seperti peradangan dan iritasi, keputihan, dan pendarahan), membersihkan payudara ibu untuk melancarkan aliran ASI. Tanaman ini bersifat analgesik, antiasma, antiinflamasi, antispasmodik, antihipertensi, antitusif, bronkodilator, digestive, pencahar, dan menenangkan.

Simplisia

  • Siapkan daun tamala marada secukupnya, cuci bersih dengan air mengalir.
  • Keringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven suhu 40 °C hingga kadar air 10%.
  • Haluskan menggunakan blender hingga menjadi bubuk.
  • Simpan pada wadah bersih dan kedap udara.

Bagian Tanaman Yang Dimanfaatkan

Tamala Marada part 1
Tamala Marada part 2
Tamala Marada part 3

Ramuan Tradisional

1. Mengobati sakit ulu hati

1. 1. Mengobati sakit ulu hati

  • Ambil segenggam akar dan daun tamala marada cuci hingga bersih.
  • Rebus menggunakan tiga gelas air.
  • Saring lalu minum sekali sehari selagi hangat.
2. Mengobati alat vital pria (skortum) yang tertarik ke dalam

2. 2. Mengobati alat vital pria (skortum) yang tertarik ke dalam

  • Ambil seluruh bagian tanaman tamala marada secukupnya.
  • Rebus dengan air 2 gelas hingga tersisa 1 gelas.
  • Saring lalu minum pagi dan sore.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens. Plants of the World Online: Grona adscendens (Sw.) H.Ohashi & K.Ohashi. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:77187388-1. 10-04-2022.
  2. Tropical Plants Database, Ken Fern. 2021. Desmodium adscendens. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Desmodium+adscendens. 10-04-2022.
  3. Plants Resources of South-East Asia. 2016. Desmodium adscendens (PROSEA).https://uses.plantnet-project.org/en/Desmodium_adscendens_(PROSEA ). 10-04-2022.
  4. Kusumanegara A, dkk. 2020. Menyingkap Rahasia, Jenis-jenis Tumbuhan Obat di Taman Nasional Matalawa, Sumba - Nusa Tenggara Timur. Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti.
  5. Seriki S. A., Odetola A. O., Adebayo O. F. 2019. Analysis of Phytoconstituents of Desmodium adscendens in Relation to its Therapeutic Properties. American Journal of Biomedical Science & Research, 2(4). AJBSR.MS.ID.000598. DOI: 10.34297/AJBSR.2019.02.000598.