Chickenweed
Portulaca quadrifida L.
Portulacaceae
Lokasi di kebun kami



Ringkasan
Portulaca quadrifida tersebar luas di Afrika dan Asia tropis, dan telah diperkenalkan ke daerah yang lebih hangat di Amerika. Di Afrika ditemukan di semua negara, biasanya sebagai gulma dan jarang dibudidayakan. Spesies ini dapat dimanfaatkan sebagai sayuran berdaun (tradisional) dan makanan kelaparan di banyak negara seperti di Afrika, Uganda, Kenya, Ghana, Nigeria, Zambia. Spesies ini juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan untuk membuat sejenis roti di India. Namun, P. quadrifida diketahui mengandung oksalat yang dapat menyebabkan kematian pada hewan ternak, serta di beberapa tanah, spesies ini juga cenderung mengakumulasi nitrat, sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam jumlah banyak, dalam waktu yang lama, karena dilaporkan dapat menyebabkan anemia dan kelemahan tubuh. Selain sebagai bahan makanan, spesies ini telah digunakan masyarakat untuk tujuan pengobatan di berbagai negara, di mana selama berabad-abad digunakan dalam sistem pengobatan tradisional Ayurveda, serta pengobatan tradisional Afrika dan China. P. quadrifida juga terkadang ditanam masyarakat sebagai pengikat tanah untuk mencegah erosi di tanah berpasir.
Nama Lokal
Informasi tidak ditemukan. Butuh penelusuran lebih lanjut.
Agroekologi
Portulaca quadrifida ditemukan di alam liar di antara bebatuan, di tanah berpasir atau berbatu, di tempat-tempat yang terganggu dan sebagai gulma di lahan budidaya, dari permukaan laut hingga ketinggian 2.000 m dpl. Tumbuh paling baik di daerah di mana suhu siang hari tahunan berada dalam kisaran 22 - 32 °C, tetapi dapat mentolerir 16 - 36 °C, dengan curah hujan tahunan rata-rata dalam kisaran 1.500 - 2.000 mm, tetapi mentolerir 1.000 - 2.500 mm. Spesies ini membutuhkan posisi cerah di tanah yang dikeringkan dengan baik, serta toleran terhadap berbagai jenis tanah tetapi lebih menyukai pasir atau lempung berpasir. Pertumbuhan spesies ini dapat berhasil meskipun pada tanah yang cukup buruk. Menyukai kondisi tanah dengan derajat keasaman (pH) tanah dalam kisaran 5,5 - 6,5, namun menoleransi 4,5 - 7,5.
Morfologi
- Akar tunggang yang agak bengkak.
- Batang banyak bercabang, berakar bebas dari buku, berdaging dan sering memerah.
- Daun berhadapan (opposite), berdaging, elips sampai bulat telur, panjang 5-10(-14) mm, lebar 1,5–3(–4) mm, tidak bertangkai, puncak tumpul hingga subakut, halus, kedua permukaannya kurang lebih rata atau datar, urat jelas, rambut stipular keputihan.
- Bunga kecil, soliter di ujung cabang lateral pendek, dikelilingi oleh 4 daun involucral dan berbulu putih yang banyak. Sepal berjumlah 2, berbentuk bulat telur, panjang 3-4(–5.8) mm. Petal (helai mahkota) berjumlah 4 (5), berbentuk bulat telur, biasanya berwarna kuning (jarang berwarna aprikot, merah muda atau merah). Benang sari (stamen) berjumlah 7–16, tersusun dalam 1 lingkaran, stigma bercabang 4.
- Buah berbentuk kapsul obovoid dengan panjang 2-3,5 mm, pecah di dekat pangkal hanya menyisakan tepi yang sangat tipis, papiraceous tipis.
- Biji berjumlah banyak dalam setiap buah, berbentuk setengah bulat, panjang ± 1 mm, berwarna abu-abu kusam.
Budidaya
- Perbanyakan secara generatif menggunakan biji, maupun vegetatif menggunakan stek batang.
- Benih segar membutuhkan cahaya untuk berkecambah, tetapi persyaratan ini menghilang pada benih yang lebih tua.
- Benihnya mudah disebarkan oleh angin, air, melalui kotoran burung.
Kandungan Kimia
Senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, triterpenoid/steroid, tanin dan glikosida, asam amino, acid potassium oxalate.
Khasiat
Bersifat diuretik (peluruh urine), mengobati penyakit rematik dan ginekologi, menurunkan demam, mengobati ginjal dan gangguan saluran kemih, gangguan paru-paru, asma, batuk, keputihan, cacingan, disentri, diare, obat pemakaian luar (untuk bisul, eksim dan dermatitis, wasir, keluhan perut, dan pembengkakan), obat penenang, analgesik dan kardiotonik, obat muntah. Memiliki aktivitas sebagai antimikroba, antioksidan, hepatoprotektif, antikanker, anticephalic, antiaborsi, antijamur, neurofarmakologis.
Simplisia
- Siapkan daun chickenweed segar secukupnya, cuci bersih dengan air mengalir.
- Keringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven suhu 40 °C hingga kadar air 10%.
- Haluskan menggunakan blender hingga menjadi bubuk.
- Simpan di tempat bersih dan kedap udara.
Bagian Tanaman Yang Dimanfaatkan


Ramuan Tradisional

1. 1. Disentri
- Ambil daun segar chickenweed cuci hingga bersih.
- Rebus hingga mendidih.
- Biarkan hangat/dingin.
- Saring lalu minum.
Sumber Referensi
- Royal Botanic Gardens. Plants of the World Online: Portulaca quadrifida L. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:699334-1. 08-04-2022.
- Tropical Plants Database, Ken Fern. 2017. Portulaca quadrifida. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Portulaca+quadrifida. 08-04-2022.
- PROTA4U. Portulaca quadrifida L. https://www.prota4u.org/database/protav8.asp?g=pe&p=Portulaca+quadrifida+L. 08-04-2022.
- Stuartxchange. 2018. Philippine Medicinal Plants: Sayikan. http://www.stuartxchange.org/Sayikan.html. 08-04-2022.
- Das M., Ashok Kumar D. 2013. Phyto-pharmacological review of Portulaca quadrifida Linn. Journal of Applied Pharmaceutical Research, 1(1).
- Ayushvedah. kutira - Portulaca quadrifida Linn - Potulacaceae. https://ayushvedah.com/druginfo.php?drugid=369. 08-04-2022.