Matangan
Decalobanthus peltatus (L.) A.R.Simões & Staples
Convolvulaceae
Lokasi di kebun kami



Ringkasan
Mantangan adalah spesies tanaman lokal asli Asia. Memiliki penyebaran yang luas, membentang mulai dari Afrika Timur melalui Samudra Hindia, Asia Selatan dan Tenggara hingga banyak pulau di Pasifik. Spesies ini dipercaya memiliki manfaat baik bagi kesehatan dan telah digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional di berbagai negara termasuk Indonesia, untuk mengobati berbagai keluhan penyakit. Masyarakat di Serampas, Jambi menggunakannya untuk mengobati batuk. Sedangkan masyarakat Sumatera Barat telah memanfaatkan daunnya sebagai obat antikanker dan pengompres luka. Selain itu, masyarakat Indonesia juga telah lama menggunakan daun matangan untuk mencuci rambut, karena dipercaya dapat meningkatkan pertumbuhan dan mencegah kerontokan rambut. Di Malaya, umbi-umbian dilaporkan dapat dikonsumsi, tetapi mungkin memiliki efek pencahar.
Nama Lokal
Areuy carayun (Sunda), Hailale (Ambon), Kuge (Ternate).
Agroekologi
Matangan merupakan tanaman daerah tropis lembap, yang umumnya ditemukan tumbuh di tepi hutan hujan dataran rendah primer dan sekunder, pembukaan lahan, semak belukar dan perkebunan, mulai dari permukaan laut hingga ketinggian 700 m dpl. Namun spesies ini memiliki kecenderungan tumbuh di tepi-tepi sungai atau di tempat yang banyak kandungan airnya. Spesies ini dapat tumbuh lebat pada daerah terbuka dengan pH 6.1-7.8
Morfologi
- Umbi besar.
- Batang yang tumbuh dari umbi bawah tanah yang besar, menghasilkan getah seperti susu.
- Daun berseling, peltate, hampir bulat, lebarnya sekitar 20 cm, tetapi dengan puncak runcing atau mucronate, berbentuk hati di pangkal, gundul, tekstur daun halus, berwarna merah marun ketika daun masih muda.
- Bunga besar, berkelompok, mahkota bunga (corolla) berbentuk corong panjang 5-7 cm, biasanya berwarna putih, kadang-kadang kuning keemasan. Filamen melebar dan berbulu di bagian bawah, kepala sari bengkok spiral, berbulu. Perbungaan muncul di ketiak.
- Buah kapsul berbentuk bulat telur bersel 4, berdiameter sekitar 15 mm.
- Biji padat, berwarna kekuningan sampai cokelat tua, tomentose.
Budidaya
Perbanyakan secara generatif menggunakan biji, dan secara vegetatif melalui stek akar.
Kandungan Kimia
Terpenoid, steroid, saponin, senyawa fenolik, alkaloid, dan flavonoid.
Khasiat
Menyembuhkan luka bakar, luka, koreng dan bengkak, obat cacing, mengobati pendarahan rahim, batuk dan diare, sakit mata, mengatasi demam dan malaria, meningkatkan pertumbuhan dan mencegah kerontokan rambut, mengobati bisul, maturatif untuk radang payudara, infeksi, dan radang usus buntu, mengobati kekakuan otot perut, penyakit hernia, filariasis, penyakit kaki gajah, rinitis, gigitan kelabang, obat tetes mata atau telinga, sakit perut, memperlancar persalinan, meningkatkan laktasi, pencahar.
Simplisia
- Siapkan daun matangan segar secukupnya lalu cuci dengan air bersih.
- Setelah bersih, tiriskan agar sisa air cucian terbuang.
- Keringkan dengan cara diangin-anginkan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari.
- Simpan dalam wadah bersih dan kedap udara.
Bagian Tanaman Yang Dimanfaatkan




Ramuan Tradisional

1. 1. Luka
- Siapkan daun matangan secukupnya lalu cuci dengan air mengalir sampai bersih.
- Haluskan daun hingga menjadi pasta.
- Oleskan pasta daun pada kulit yang luka.

2. 2. Radang usus buntu
- Ambil daun matangan lalu cuci hingga bersih.
- Rebus sampai mendidih.
- Diamkan hingga hangat/dingin.
- Saring lalu minum.
Sumber Referensi
- Royal Botanic Gardens. Plant of the World Online: Decalobanthus peltatus (L.) A.R.Simões & Staples. http://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:77163209-1. 14-10-2021.
- CAB International. 2021. Invasive Species Compendium: Merremia peltata. https://www.cabi.org/isc/datasheet/33476#toPictures. 14-10-2021.
- Stuartxchange. 2018. Philippine Medicinal Plants: Bulakan. http://www.stuartxchange.org/Bulakan. 14-10-2021.
- PROSEA. 2016. Merremia peltata (PROSEA). https://uses.plantnet-project.org/en/Merremia_peltata_(PROSEA). 14-10-2021.