Jamur Tiram Putih
Pleurotus ostreatus (Jacq.) Kummer
Pleurotaceae
Lokasi di kebun kami



Ringkasan
Jamur tiram pertama kali dapat dibudidayakan di China pada abad ke 20. Di Indonesia sendiri jamur tiram dibudidayakan pada tahun 1980 di Wonosobo. Jamur tiram putih merupakan makanan yang lezat dan memiliki manfaat bagi tubuh. Jamur ini memiliki 9 asam amino esensial, lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh dan dapat membantu menurunkan berat badan. kandungan lovastatin dalam jamur juga dapat menurunkan kolesterol. Selain itu jamur ini juga memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan antiviral.
Nama Lokal
Informasi tidak ditemukan. Butuh penelusuran lebih lanjut.
Agroekologi
Budidaya jamur tiram putih dapat dilakukan secara optimal sepanjang tahun pada dataran yang letaknya 550 - 800 m dpl. Suhu inkubasi (pertumbuhan miselium) jamur tiram berkisar antara 22 - 28 °C dengan kelembaban 60 - 80%, suhu pembentukan tubuh buah 16 - 22 °C dengan kelembaban 80–90%. Pengaturan suhu dan kelembaban dapat dilakukan dengan penyemprotan air bersih ke dalam ruangan. Sirkulasi udara harus cukup dan intensitas cahaya yang diperlukan pada saat pertumbuhan sekitar 10%. Pertumbuhan jamur tiram sebaiknya dibuat menyerupai kondisi tempatnya di alam. Bahan sebagai media tumbuh adalah serbuk kayu, bekatul sebagai sumber karbohitrat dan nitrogen, kapur sebagai sumber mineral dan pengatur pH (pH 6-7), serta gips sebagai bahan penambah mineral dan untuk mengokohkan media, dan air media diatur hingga 50 - 60% agar miselia jamur dapat tumbuh dan menyerap makanan dengan baik.
Morfologi
- Miselium berbentuk serat kasar berwarna putih.
- Tangkai dapat pendek atau panjang (2 - 6 cm) tergantung pada kondisi lingkungan dan iklim yang mempengaruhi pertumbuhannya. Tangkai ini menyangga tudung agak lateral di bagian tepi atau eksentris (agak ke tengah).
- Tubuh buah yang tumbuh mekar membentuk corong dangkal seperti kulit kerang (tiram). Tubuh buah ini memiliki tudung (pileus) dan tangkai (stipe/stalk). Pileus berbentuk mirip cangkang tiram berukuran 5 - 5 cm dan permukaan bagian bawah berlapis - lapis seperti insang berwarna putih dan lunak.
Budidaya
Perkembangbiakan menggunakan spora.
Kandungan Kimia
Pleuran, statin (lovastatin), riboflavin, asam nikotinat, pantothenat, biotin, asam amino esensial (lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, fenilalanin).
Khasiat
Mengobati penyakit lever, diabetes, anemia, kolesterol tinggi, gangguan pencernaan, membantu menurunkan berat badan. Memiliki aktivitas sebagai antikanker, antitumor, dan antioksidan.
Simplisia
Belum didokumentasikan.
Bagian Tanaman Yang Dimanfaatkan


Ramuan Tradisional

1. 1. Menurunkan kolesterol
- Siapkan jamur tiram secukupnya lalu cuci hingga bersih.
- Rebus jamur bisa juga ditambahkan sayuran lain untuk menambah cita rasa.
- Konsumsi rutin untuk menurunkan kolesterol.
Sumber Referensi
- Rosmiah, Iin Siti Aminah , Heniyati Hawalid, Dasir. 2020. BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH (Pluoretus ostreatus) SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN GIZI DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA . UM Palembang, Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia. ALTIFANI. International Journal of Community Engagement E-ISSN: 27746607.
- Syammahfuz Chazali, Putri Sekar Pratiwi. Usaha Jamur Tiram Skala Rumah Tangga. Penebar Swadaya. Trubus Exo. Jamur Tiram Dua Alam. PT. Niaga Swadaya.