Tabar-Tabar
Hellenia speciosa (J.Koenig) S.R.Dutta
Coastaceae
Lokasi di kebun kami



Ringkasan
Berasal dari India dan Asia Tenggara, kemudian menyebar hingga Taiwan, Australia, Mauritius, Fiji, Hawai, Kosta Rika, Belize, Melanesia hingga Mikronesia dan wilayah Hindia Barat. Di Indonesia, tabar-tabar ditanam sebagai tanaman hias juga dikenal berkhasiat sebagai obat luar untuk mengobati luka gigitan ular atau gigitan serangga. Rimpang dan pucuk mudanya dapat diolah sebagai makanan.
Nama Lokal
Galoba utan (Melayu), Kelacing (Bangka), Pacing tawar (Jawa dan Sunda), Tubu-tubu (Ambon), Muri-muri (Ternate).
Agroekologi
Tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 m dpl, daerah yang lembab dengan sedikit naungan atau di tepi hutan. Tumbuh liar di bawah tumbuhan-tumbuhan yang tinggi.
Morfologi
- Batang berwarna kuning kecokelatan, sebesar jari orang dewasa, banyak mengandung air serta mudah dipatahkan.
- Daun tak bertangkai tersusun secara spiral, daun pelindung memanjang runcing, berwarna hijau, tunggal, berlidah pendek.
- Bunga di ujung, panjang 5-6 cm bulir terdiri dari beberapa bunga, bertangkai sangat pendek. Daun pelindung bulat telur, memanjang, merah, daun mahkota putih, bentuk bibir bulat telur sungsang melebar, putih dan di bagian tengah berbulu kuning.
- Buah bulat, berbulu menyerupai sutera sangat halus, berwarna merah.
- Biji beralur dan berwarna hitam.
Budidaya
Perbanyakan menggunakan biji, stek akar rimpang atau stek batang.
Kandungan Kimia
Alkaloid, flavonoid, tanin, glikosida, saponin, steroid, antosianin, proantosianidin, fenol orto-dihidrik, diosgenin, sapogenin, β-glucosidase, Polifenol, kuinon seskuiterpen, kurkumin, triterpenes, lupeol, β-amyrin, palmitic acid.
Khasiat
Memiliki aktivitas sebagai antihyperglycemic, antiinflamasi, analgesik (pereda nyeri), antipiretik (menurunkan demam), antidiuretik, antistress, aphrodisiak (meningkatkan daya seksual), mengobati pneumonia, reumatik, batuk, kontrasepsi, menurunkan kadar lipid dalam darah (hipolipidemik), gangguan mental, obat radang selaput lendir mata, menyuburkan rambut, mengobati bisul, gigitan ular, menghaluskan kulit.
Simplisia
- Cuci bersih daun menggunakan air mengalir.
- Kering anginkan daun, kemudian jemur di bawah sinar matahari selama 9 jam dengan ditutup kain hitam atau sampai kering.
- Simpan simplisa dalam wadah tertutup yang bersih pada suhu ruang.
Bagian Tanaman Yang Dimanfaatkan



Ramuan Tradisional

1. 1. Mengurangi perut kembung
- Cuci 10 g rimpang. Rebus dengan 2 gelas air selama 15 menit kemudian dinginkan. Saring ramuan.
- Minum 2 kali sehari pada pagi hari dan sore hari.

2. 2. Mengatasi gigitan ular
- Cuci 1 batang tabar-tabar. Tumbuk halus, beri air garam 2 sendok makan. Minum air perasan.
- Ampasnya untuk luka bekas gigitan. Balut. Lakukan 2 kali sehari.
Sumber Referensi
- Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. Hellenia speciosa&redir. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Hellenia+speciosa&redir=Costus+speciosus 12-01-2021
- IJSR. Costus speciosus: An Important Medicinal Plant. https://www.ijsr.net/get_abstract.php?paper_id=2014885 18-01-2021.
- Hidayat Syamsul, Napitupulu Rodame . 2015. Kitab tumbuhan obat: obat Kembung. Agriflo, Jakarta.
- Rumah Sehat Herbal Holistic. Pacing (Costus specious -Koenig- J.E. Smith): Mengatasi gigitan ular "https://rumahsehatherbaholistic.com/pacing-costus-specious-koenig-j-e-smith/ 07-05-2020