Pohon Kanon
Couroupita guianensis Aubl.
Lecythidaceae
Lokasi di kebun kami



Ringkasan
Couroupita guianensis atau pohon kanon berasal dari daerah tropis Amerika Selatan bagian utara, terutama hutan hujan Amazon, dan Karibia bagian selatan. Pohon kanon juga tersebar di India dan Thailand. Di India, C. guianensis dianggap sebagai pohon suci. Bunganya telah diproklamirkan sebagai Bunga Negara oleh pemerintah Puducherry, Wilayah Kesatuan India. Bunganya juga digunakan dalam pemujaan Dewa Siwa dan banyak menghiasi kuil-kuil. C. guianensis terkadang dipanen dari alam liar untuk digunakan secara lokal sebagai makanan, obat-obatan dan sumber bahan. Daun digunakan masyarakat sebagai tembakau dalam bentuk bubuk dan bagian kayunya digunakan untuk membuat dupa. Bunganya yang harum juga telah digunakan dalam pembuatan parfum dan kosmetik. Sedangkan cangkang buahnya yang keras terkadang digunakan sebagai wadah. Tanaman ini juga seringkali ditanam sebagai pohon hias di sepanjang jalan raya dan taman. Namun, habitat tanaman ini telah menurun secara luas karena pembukaan lahan untuk pemukiman, kayu dan pertanian, yang mengakibatkan populasinya menjadi terancam. Dalam Daftar Merah Spesies Terancam IUCN (2013), tanaman ini telah diklasifikasikan sebagai tanaman 'Least Concern'.
Nama Lokal
Sala.
Agroekologi
Pohon kanon umumnya ditemukan tumbuh di hutan hujan tropis, sepanjang sisi sungai, dan juga ditemukan di daerah rawa pada ketinggian di bawah 500 m dpl di Peru. Lebih menyukai posisi yang cerah, dan tumbuh baik pada tanah yang lembap hingga basah, dan kaya humus. Walaupun tanaman ini juga dapat tumbuh baik di tanah yang kering.
Morfologi
- Batang silinder, tampak lebih besar karena jalinan padat cabang-cabang yang menjuntai panjang (hingga 3 m) yang muncul dan menutupi batang bawah, terutama pada pohon yang lebih tua. Kulit kayu berwarna cokelat keabu-abuan, bercelah-celah.
- Daun berseling (alternate), lonjong-bulat telur terbalik (obovate), panjang hingga 20 cm, permukaan halus sampai agak seperti beludru, tepi daun rata hingga sedikit bergerigi dan berbulu pada urat di bawahnya.
- Perbungaan bergerombol, muncul dari batang dan cabang besar lainnya. Bunga memiliki struktur kompleks tanpa nektar, masing-masing terdiri dari 6 helai mahkota bunga (petal) besar dan berdaging-berlilin, berwarna merah hingga oranye di bagian dalam dan semburat kuning di bagian luar, piringan benang sari cincin pendek dan kuning (yang menghasilkan serbuk sari yang subur) yang tersusun di sekitar tangkai putik dan benang sari yang diperkecil, dan struktur tudung benang sari berwarna merah jambu-putih (yang menghasilkan serbuk sari yang steril), benang sari yang ditanggung di atas androfor, selubung benang sari melengkung di atas putik. Bunga sangat harum.
- Buah berbentuk bulat besar menyerupai bola, berwarna cokelat kemerahan, berukuran 15 - 24 cm, dengan kulit luar (cangkang) berkayu keras, diproduksi berkelompok, membutuhkan waktu sekitar 18 bulan untuk mencapai kematangan. Masing-masing buah berisi 200 hingga 300 biji berbulu yang tertanam dalam daging buah bersegmen 6. Daging buah teroksidasi dari warna putih menjadi warna hijau kebiruan dan mengeluarkan aroma fermentasi yang tidak sedap. Bagian atas buah akan pecah saat jatuh ke tanah.
Budidaya
- Perbanyakan tanaman melalui biji atau stek batang berkayu.
- Biji: paling baik disemai sesegera mungkin setelah panen, tidak memerlukan perlakuan awal. Bibit harus ditempatkan dalam wadah individu pada saat setinggi 6 - 10 cm dan siap untuk ditanam ketika berumur 7 bulan.
Kandungan Kimia
Hidrokarbon alifatik, stigmasterol, alkaloid, tanin, flavonoid (2',4'-dihidroksi-6'-metoksi-3',5'-dimetilkalkon, 7-hidroksi-5-metoksi-6,8-dimetilflavanon, dan asam fenolat 4-hidroksibenzoat), isatin dan indirubin, linalool, benzil alkohol, terpineol, asam heksadekanoat, dan oksida linalool cis dan trans-furan, asam p-koumarat, asam o-koumarat, asam kafeat, dan kuersetin.
Khasiat
Mengobati pilek, sakit gigi, sakit perut, malaria, tumor, hipertensi, peradangan, penyakit kulit, mendisinfeksi luka, mengatasi nyeri dan gangguan inflamasi, ekspektoran pada batuk akut atau kronis dan bronkitis, meningkatkan kekebalan tubuh.
Simplisia
Belum didokumentasikan.
Bagian Tanaman Yang Dimanfaatkan


Ramuan Tradisional

1. 1. Penyakit kulit
- Ambil daun pohon kanon secukupnya cuci hingga bersih.
- Haluskan menjadi pasta.
- Oles pasta pada kulit.

2. 2. Sakit gigi
- Ambil daun muda pohon kanon secukupnya cuci hingga bersih.
- Haluskan hibgga menjadi pasta.
- Tapal pasta daun pada daerah gigi yang sakit.
Sumber Referensi
- Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of thr World Online: Couroupita guianensis Aubl. https://powo.science.kew.org/taxon/592385-1#publications. 25-10-2023.
- Tropical Plants Database, Ken Fern. Couroupita guianensis. https://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Couroupita+guianensis. 25-10-2023.
- Stuartxchange. Philippine Medicinal Plants. Cannon ball tree. http://www.stuartxchange.org/CannonBallTree.html. 25-10-2023.
- Flora Fauna Web. Couroupita guianensis Aubl. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/8/2827. 25-10-2023.